Tutup Pelatihan 300 Da'i, Wabup Abdya: Dakwah Jangan Cuma di Mimbar, Harus Main Medsos!

PPID Aceh Barat Daya | Kamis, 24 September 2026 | Agama 

BLANGPIDIE – Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli, menutup pelatihan kaderisasi Da’i dan Da’iyah Kabupaten Abdya yang berlangsung di Aula Masjid Agung Baitul Ghafur, Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie, Kamis (24/9/2026).

 

 

Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Dayah Abdya tersebut telah berlangsung sejak 2 hingga 24 September 2026. Sebanyak 300 peserta dari berbagai kalangan merampungkan program pembinaan ini yang terbagi dalam tiga gelombang pelatihan.

 

 

Dalam sambutannya, Zaman Akli menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Dayah Abdya yang telah melaksanakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan dan mencetak kader pendakwah di daerah.

 

 

 

Menurutnya, pelatihan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi da’i dan da’iyah yang tidak hanya memiliki bekal ilmu keagamaan, tetapi juga mampu menyampaikan pesan Islam secara baik serta hadir di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai agama yang menyejukkan.

 

 

"Alhamdulillah, hari ini kita dapat menyelesaikan pelaksanaan pelatihan da'i dan da'iyah ini dengan penuh kesungguhan. Langkah ini menjadi upaya kita memperkuat keagamaan sekaligus menyiapkan kader pendakwah yang berkontribusi nyata bagi masyarakat," ujar Zaman Akli.

 

 

Zaman Akli mengingatkan para peserta bahwa tantangan dakwah di era modern semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi, arus globalisasi, serta masuknya berbagai pengaruh budaya luar menuntut para pendakwah untuk mampu beradaptasi dan berinovasi.

 

 

"Dakwah hari ini tidak lagi hanya terbatas di atas mimbar masjid atau meunasah saja, tetapi harus merambah ke ruang-ruang digital, media sosial, dan berbagai platform virtual yang digandrungi oleh generasi muda. Bekal materi dan metode yang diperoleh selama pelatihan harus dijadikan modal utama untuk memperluas jangkauan syiar," katanya.

 

 

Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadi pendakwah yang kaku. Ia mendorong para da’i dan da’iyah untuk mengedepankan pendekatan yang komunikatif, dialogis, serta penuh kasih sayang, khususnya saat merangkul kalangan milenial dan generasi Z.

 

 

"Pegang teguh esensi dakwah Rasulullah SAW, yaitu mempermudah, menyampaikan kabar gembira, dan mempersatukan umat. Jadilah penyejuk di tengah dinamika sosial serta garda terdepan dalam membentengi masyarakat dari penyimpangan akidah maupun dekadensi moral," ucapnya.

 

 

Ia berpesan agar para peserta tidak berhenti menuntut ilmu meski pelatihan telah usai. Menurutnya, penutupan pelatihan justru menjadi awal bagi para peserta untuk mengabdikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat.

 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Abdya, Tgk. Junaidi, berharap pelatihan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas, kompetensi, profesionalisme, dan integritas para da’i dan da’iyah dalam menjalankan amanah dakwah di tengah masyarakat.

 

"Semoga para da'i dan da'iyah mampu menjadi teladan, menyampaikan dakwah dengan santun, bijaksana dan sesuai nilai-nilai Islam," katanya.

Tags Dinas Pendidikan Dayah  Wabup Abdya  Zaman Akli  Peukong Agama  Arahbaruabdyamaju