BUPATI ABDYA DR. SAFARUDDIN: CSR HARUS BERDAMPAK, PUNYA LEGACY, DAN TUNTASKAN KEMISKINAN

PPID Aceh Barat Daya | Rabu, 30 September 2026 | Bantuan Sosial   Koperasi UKM perindustrian   Lingkungan Hidup   SOSIALITA 

BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr. Safaruddin,S.Sos., M.S.P memimpin langsung Forum Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) dan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Abdya, bertempat di Aula Tgk. Dikila 

 Bapperida Abdya, Rabu (30/09/2026).

 

Rapat juga dihadiri oleh Wakil Bupati Abdya H. Zaman Akli, Plt. Sekda Amrizal, S.Sos, para Asisten, Bappeda Abdya, dan perwakilan perusahaan yang beroperasi dalam wilayah Kabupaten Abdya.

 

Bupati Safaruddin menegaskan bahwa selama ini dana CSR dinilai belum memberikan dampak yang terlihat dan tidak memiliki legacy, sehingga perusahaan sering menjadi sasaran kritik masyarakat.

 

"Saya sudah ingatkan berkali-kali. CSR itu harus berdampak dan punya legacy, jangan habis untuk kegiatan insidental yang tidak terlihat," tegas Safaruddin.

 

Bupati secara tegas meminta agar pengadaan yang bersifat insidental dan seremonial tidak lagi menggunakan dana CSR.

 

 

"Kalau hanya untuk baju maulid 4 lusin, wireless speaker, amplifier 4 unit, pengadaan alat pecah belah, itu jangan pakai dana CSR. Itu bisa kita bantu dengan sumbangan biasa. Masa untuk maulid perusahaan tidak mau nyumbang di luar CSR? Rugi kita, uang CSR itu bisa untuk bantu yang lain," ujarnya.

 

 

Safaruddin meminta setiap usulan CSR wajib memiliki Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang terikat dan jelas peruntukannya.

 

"Perusahaan hanya kasih uang, tapi nanti runut uangnya diperuntukkan kemana sudah ada RKA-nya. Bantuan modal usaha 20 orang, siapa orangnya, kepala keluarganya siapa, harus jelas. Santunan yatim 36 orang, jangan hanya uang, kalau bisa bentuk barang: baju sekolahnya, tas sekolahnya, sepatu sekolahnya. Jadi cara bantunya diikat begitu," jelasnya.

 

Untuk infrastruktur, Bupati meminta agar pembangunan dilakukan secara fungsional dan tuntas.

 

"Contoh penimbunan jalan Lorong Kembang Gajah 300 meter, jangan penimbunan lagi, langsung dengan aspalnya. Pagar lapangan voli, jangan hanya pagarnya, selesaikan sampai bisa dipakai. Kubah masjid butuh Rp1 Miliar, ya Rp1 Miliar dibereskan. Butuh jalan Rp3 Miliar, langsung bangun jalan. Nampak dia, nanti ditanya siapa yang bantu, jelas ini yang bantu, ini Monjambe yang bantu. Jelas bentuknya," tegasnya.

 

 

Dalam rapat tersebut, Bupati juga memerintahkan Bappeda Abdya untuk menyusun blueprint CSR:

 

1. Jangka Pendek: Pembangunan infrastruktur fungsional seperti Posyandu, Pos Kesehatan, jalan, PJU, tempat ibadah, dan tempat bermain anak.

2. Jangka Menengah: Kemandirian ekonomi masyarakat.

3. Jangka Panjang: Beasiswa pendidikan hingga S1 bagi anak dari keluarga miskin dan anak yatim.

 

Untuk pengentasan kemiskinan, Safaruddin memberikan contoh model penuntasan yang tidak hanya memberikan rumah.

 

"Rumah dhuafa sekarang hitungannya Rp105 juta, 3 rumah baru Rp315 juta, masih kecil. Sudah bangun rumah, jangan cukup dengan rumah, pikirkan juga listriknya, per bulannya. Cek skill penghuninya, kalau skill-nya jahit-menjahit, bantu 4 mesin: mesin jahit, mesin obras, mesin bordir. Tidak ada bahan yang dijahit, belikan bahannya, kasih modal usahanya sampai 3 bulan dia terangkat, tidak jadi keluarga miskin lagi," paparnya.

 

"Anaknya kalau sudah 17 tahun tamat SMK punya skill, masukkan di perusahaan Bapak, minimal ada gaji Rp2-3 juta, selamat dia. Selesai urusan kita untuk keluarganya. Masa Bapak tidak mau terima mereka satu orang saja satu keluarga?"

 

Bupati menargetkan mulai tahun 2027 tidak ada lagi anak dari keluarga miskin yang tertinggal di wilayah ring perusahaan.

 

"Target kita jelas, mulai 2027 tidak ada lagi keluarga miskin tertinggal di sekitar perusahaan. Satu keluarga, satu orang kita masukkan kerja di perusahaan. Itu komitmen kita. Perusahaan ada, rakyat harus sejahtera. Apalagi ini menjelang perpanjangan, Pak Gubernur juga sudah muak," tutup Safaruddin.

 

Rapat berlangsung dengan antusias dan akan ditindaklanjuti dengan penyusunan matriks program CSR oleh Bappeda Abdya.

 

 

Tags Bupati Safaruddin  Zaman Akli  Pemkab Abdya  PT. MON JAMBE  Kecamatan Babahrot