Baitul Mal Abdya Gelar Pembinaan Pada Mualaf

PPID Aceh Barat Daya | Sabtu, 8 Agustus 2026 | Agama 

Blangpidie- Sebanyak 63 mualaf hadir dari 71 orang mualaf diundang oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) guna untuk pembinaan terhadap mualaf, Pembinaan Mualaf tersebut digelar oleh Baitul Mal Kabupaten (BMK) setempat di Aula Tgk. Dikila, Bapperida Abdya, Sabtu (8/8/2026). 

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisioner Baitul Mal Abdya Salman Syarif, Asmaul Husna, Zulbaili dan Syamsuar Dana, serta anggota Dewan Pengawas Baitul Mal M. Ikbal Fanika, bersama Kepala Sekretariat Bustari, dan jajarannya.

 

Ketua BMK Abdya, Tgk. Syamsul Qamar menyampaikan bahwa perhatian terhadap keberlangsungan hidup mualaf harus mencakup aspek kesejahteraan ekonomi.

 

Syamsul mengungkapkan, Bupati Abdya Safaruddin memiliki komitmen kuat untuk memperkuat kesejahteraan keluarga mualaf.

 

Bahkan, sebut dia, Pemkab Abdya berencana membangun Sentra Mualaf pada tahun depan sebagai wujud nyata kepedulian daerah.

“Bupati akan memberikan perhatian penuh, terutama terkait kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi keluarga mualaf,” kata Syamsul.

 

Nazaruddin Staf Ahli menghadiri kegiatan dan membacakan sambutan Wakil Bupati, Zaman Akli, S.Sos, M.M mengatakan bahwa pembinaan terhadap para mualaf membutuhkan kehadiran negara secara berkesinambungan dan bukan sekadar agenda sesaat, Menurutnya, penguatan aqidah dan keagamaan harus berjalan selaras dengan pemberdayaan ekonomi keluarga.

 

Wakil Bupati mengimbau para mualaf untuk terus memperdalam ilmu agama, memperkuat ibadah, serta aktif berkonsultasi dengan para ulama atau guru agama yang tepercaya.

 

“Proses setelah seseorang menjadi mualaf tidak berhenti pada perubahan keyakinan semata. Mereka tetap membutuhkan pendampingan berkelanjutan dan penerimaan yang hangat dari lingkungan sekitar,” ujar Nazaruddin.

 

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama Baitul Mal, ulama, dan elemen masyarakat harus mengambil peran aktif agar para mualaf tidak merasa berjuang sendirian dalam menjalani kehidupan barunya.

 

 

Wakil Bupati mengharapkan pemberdayaan ekonomi mualaf melalui bantuan yang diberikan tidak berhenti sebagai bentuk santunan semata, melainkan menjelma menjadi bekal keterampilan dan modal usaha untuk meningkatkan taraf hidup keluarga mereka.

 

“Jadikan kegiatan ini sebagai awal sinergi antara mualaf, pembimbing, Baitul Mal, pemerintah, dan masyarakat untuk saling menguatkan,” pungkasnya.

 

Sebagai bukti dukungan tersebut, Baitul Mal Abdya akan mengalokasikan anggaran santunan dan pemberdayaan ekonomi bagi mualaf melalui bentuk modal usaha dalam APBK-Perubahan 2026.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan pembinaan ini menghadirkan tiga narasumber.

 

Materi penguatan aqidah dan keagamaan disampaikan oleh Dewan Pengawas Baitul Mal Abdya, Tgk. Muhammad Maimun.

Selanjutnya, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Abdya, Zedi Saputra, mengupas tuntas strategi membangun bisnis serta tata cara mengakses pendampingan modal usaha dari pemerintah sementara kiat sukses dan motivasi berwirausaha dipaparkan langsung oleh perwakilan Kadin Abdya, Elizar Lizam.

 

Diakhir kegiatan, Baitul Mal Abdya menyerahkan souvenir kepada peserta berupa mukena dan kain sarung untuk beribadah.

 

 


Informasi Publik

Copyright © 2026 Acehprov. All rights reserved.